Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka, Peluang Emas Putra Papua Tengah Jadi ASN Profesional
22 Apr 2026 | admin utama | Dilihat 89 Kali
Dogiyai – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) resmi memperluas program seleksi sekolah kedinasan pada tahun 2026. Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam mencetak aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan siap membangun daerah.
Jika sebelumnya seleksi lebih difokuskan pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), kini kesempatan dibuka lebih luas ke berbagai sekolah kedinasan milik kementerian dan lembaga negara. Program ini juga menjangkau delapan kabupaten, termasuk Dogiyai, melalui kegiatan sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Perluasan Akses Pendidikan Kedinasan
BKPSDM Papua Tengah menyiapkan enam sekolah kedinasan sebagai tujuan utama, yaitu:
- Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
- Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)
- Politeknik Imigrasi
- Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip)
- Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
Seluruh program ini memberikan kesempatan pendidikan gratis dengan prospek menjadi ASN di instansi pemerintah.
Prioritaskan Putra-Putri Asli Papua
Program ini secara khusus memprioritaskan generasi muda asli Papua Tengah sebagai bagian dari implementasi kebijakan Otonomi Khusus. Pemerintah berharap lulusan sekolah kedinasan dapat kembali dan mengabdi untuk memperkuat pembangunan daerah.
Terdapat tiga jalur seleksi yang disiapkan, yakni jalur reguler, jalur afirmasi khusus wilayah Papua, serta jalur pembibitan yang dibiayai langsung oleh pemerintah daerah.
Dorong SDM Berkualitas di Daerah
Bagi Pemerintah Kabupaten Dogiyai, program ini sangat relevan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor birokrasi dan pelayanan publik.
Melalui sosialisasi dan pembinaan, diharapkan semakin banyak generasi muda yang siap bersaing dan memanfaatkan peluang pendidikan kedinasan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ASN yang kompeten serta mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.






